INDONESIANA

833 Pedagang Pasar Tradisional Positif Corona

Ilustrasi, © istockphoto

IKATAN Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat 833 pedagang pasar tradisional terinfeksi virus corona (covid-19) per Minggu (5/7) atau terjadi penambahan 65 kasus baru. Sebanyak 35 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Ikappi, ratusan kasus positif tersebut tersebar di 164 pasar di 72 kabupaten/kota dan 24 provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak masih di wilayah DKI, yaitu 217 kasus positif di 37 pasar.

“DPP Ikappi menilai banyak hal yang perlu di evalusi bersama. Bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga kami para pedagang pasar, juga perlu mengevaluasi atas apa yang sudah kami lakukan beberapa saat terakhir,” ujar Ketua Bidang Organisasi DPP Ikappi Muhammad Ainun Najib dalam keterangan resminya.

Ikappi menilai peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini. Keberpihakan terhadap pasar tradisional dengan melakukan pencegahan terhadap covid-19 menjadi kunci penyebaran itu bisa di hentikan.

Menurut Ikappi, data 164 pasar dari total keseluruhan 14 ribu pasar di Indonesia, masih terlampau kecil. Memang hingga saat ini sudah lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test dan/atau swab test, tapi jika jumlahnya bisa diperbanyak upaya memangkas mata rantai penyebaran bisa lebih ditingkatkan.

Najib mengingatkan apabila pedagang sehat maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit.

“Upaya-upaya seperti ini yang harus kita dorong bersama agar ada kesamaan pandangan dan visi bahwa kita harus menghentikan penyebaran covid-19 di pasar traditional,” imbuhnya.

Hal kedua yang tak kalah penting, menurut Ikappi, adalah sosialisasi penggunaan masker dan juga edukasi bahaya covid-19 bersama para pedagang.

“Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang di ambil, sehingga itu dapat dijalankan secara bersama sama. Untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang di jalankan oleh pemerintah daerah,” tandas Najib.

Sumber : CNN INDONESIA

Komentar

0 Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Baru

To Top