BERITA

Tahapan Kampanye Pilkada 2020 Berakhir

Ilustrasi Pilkada serentak 2020. (F : Suara.com)

TAHAPAN kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang digelar di 270 daerah di Indonesia berakhir hari ini, Sabtu (05/12/2020). Masa kampanye sendiri sudah berlangsung sejak 26 September lalu.

Selepas ini, masa tenang berlangsung mulai 6 sampai 8 Desember 2020. Pada masa tenang, seluruh kandidat calon kepala daerah berserta tim suksesnya dilarang menggelar kampanye.

Dilansir CNNIndonesia.com, usai masa tenang tiga hari, agenda selanjutnya adalah pemungutan suara pada 9 Desember. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menetapkan 9 Desember sebagai hari libur, baik daerah yang menggelar pilkada maupun tidak.

KPU sudah menyusun jadwal pencoblosan Pilkada 2020, yakni pukul 07.00 sampai 13.00.

Dalam pemungutan suara nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun para pemilih karena berlangsung di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Seperti, pembatasan jumlah pemilih di setiap TPS maksimal 500 orang dari sebelumnya 800 orang. TPS juga harus menyediakan sarana sanitasi, seperti air mengalir, sabun, dan hand sanitizer.

Selain itu, petugas TPS, keamanan dan pemilih juga wajib memakai masker yang menutup hidung sampai dagu, sarung tangan sekali pakai, dan pelindung wajah. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun akan dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Setelah pemilihan, dilanjutkan penghitungan suara tingkat TPS pada hari yang sama. Proses rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan bupati/ wali kota pada 13-17 Desember.

Sementara rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan gubernur pada 16-20 Desember.

Gelaran Pilkada 2020 sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pilkada kali ini digelar di tengah pandemi virus corona yang telah menyebar di Indonesia sejak Maret 2020 lalu.

KPU telah menetapkan berbagai protokol kesehatan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan yang berpotensi menularkan virus corona dalam setiap tahapan Pilkada 2020.

Kandidat bahkan dilarang untuk menggelar kampanye secara terbuka yang mengumpulkan massa besar-besaran.

Meski demikian, pelanggaran protokol kesehatan oleh kandidat dan tim sukses selama kampanye masih terjadi. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat pelanggaran protokol kesehatan mencapai 2.126 selama hampir dua bulan terakhir masa kampanye.

(*)

Komentar

0 Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baru

To Top