BATAM

Geliat Pertumbuhan Workshop Batik di Batam

Foto : © mediacenter Batam

INDUSTRI batik di Batam mulai menggeliat lagi. Setelah sebelumnya bermunculan workshop-workshop dari pengrajin rumahan di kota ini, satu lagi workshop batik kembali beroperasi. Namanya Workshop Batik Tanjung yang dikelola oleh Sih Pinaring, di Tanjung Pinggir.

Sih Pinaring merupakan salah satu masyarakat yang telah mengikuti pelatihan membatik di kelurahan pada tahun 2019 lalu yang diselenggakan Dekranasda Kota Batam. Sih Pinaring mengikuti pelatihan dari tingkat paling awam hingga mahir; menggambar, mencanting, mewarnai dan membuat pola motif.

Ia beruntung mengikuti pelatihan tesebut dimana seluruh proses yang diikuti mendapatkan pendampingan dari Dekranasda Kota Batam. Selain itu para pengrajin senior juga turut membantu dalam proses pembuatan batiknya.

“Saya sampai di titik ini berkat keseriusan bunda (Marlin) dalam mengembangkan kreatifitas masyarakat dengan memberikan pelatihan – pelatihan dan membuka wawasan saya bahwa siapapun bisa kalau mencoba dan berusaha” ujar Sih.

Workshop batiknya dibuka secara resmi oleh ketua Dekranasda Batam, Marlin Agustina Rudi kamis (16/7) pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, Istri Walikota Muhammad Rudi ini juga disuguhkan dengan fashion show para model dengan menampilkan motif – motif batik hasil rancangan Sih Pinaring.

Marlin dalam sambutannya tidak menyangka bahwa kurang dari 1 tahun telah muncul pengrajin batik baru di Kota Batam melalui pelatihan – pelatihan yang telah dilakukannya sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan wadah untuk menyalurkan bakat yang dimiliki.

“Wah ini hebat sekali bu, tadi saya lihat batiknya dari penampilan para model sudah bagus dan saya bangga Dekransda dapat melahirkan pengrajin baru yang punya semangat seperti ibu” Puji Marlin.

Batik Batam saat ini menjadi salah satu produk industri kreatif Kota Batam yang telah melanglang buana hingga ke negeri kangguru, Australia.

Hal ini bukan pencapaian yang mudah dimana 4 tahun yang lalu beliau beserta beberapa pengrajin terus berinovasi sehingga batik batam dikenal seperti saat ini.

“4 Tahun lalu Batik Batam ini mati suri, saya dan beberapa pengrajin memutar otak bagaimana mengembangkannya dan Alhamdulillah saat ini dapat bersaing dengan batik – batik daerah lainnya” Jelas Marlin.

Wanita yang senang mengikuti berbagai organisasi ini juga menambahkan bahwa Batik Batam terus berkembang dan berinovasi dengan kualitas dan kreatifitas yang tinggi.

Marlin juga menambahkan bahwa saat ini bukan hanya batik yang gencar dikembangkan dan dipromosikan. Songket Pulau Ngenang juga menjadi andalan Dekranasda Kota Batam.

Dengan mengajak masyarakat Pulau Ngenang mengembangkan Songket Batam diharapkan kedepannya Songket Batam dari Pulau Ngenang ini menjadi produk unggulan masyarakat Kota Batam dengan mengangkat kearifan lokal.

(*)

Komentar

0 Komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Baru

To Top