Connect with us

Penemu Kamera Digital yang Sempat Ditolak Kodak

HISTORI

Penemu Kamera Digital yang Sempat Ditolak Kodak

Steven Sasson : © internethistorypodcast

Penemu Kamera Digital yang Sempat Ditolak Kodak

STEVEN Sasson baru berusia 24 tahun ketika menciptakan sebuah temuan penting yang akan menjadi tonggak dalam dunia fotografi modern di abad ke-20.

Pada 1975, ia mencoba membuat mesin Rube Goldberg, alat yang menjalankan tugas sederhana tetapi dengan teknik fotografi yang rumit.

Mesin Rube Goldberg ciptaan Sasson berbentuk kamera. Saat ini barangkali mesin itu sebesar microwave dengan bobot 4 kg. Karyanya membuahkan nomor paten US4131919A “Electronic Still Camera” pada 1977.

Kamera tersebut merupakan bagian dari tugasnya saat menjadi karyawan Kodak di bagian Applied Electronics Research Centre.

Berbekal kamera itu, Sasson kemudian masuk ke dalam ruang pertemuan yang telah terisi petinggi-petinggi Kodak untuk memulai mendemonstrasikan hasil kerjanya.

“Perangkat ini membutuhkan waktu 50 milidetik untuk menangkap gambar, tapi perlu 23 detik untuk menyimpannya pada kaset,” kata Sasson dengan percaya diri dikutip dari The New York Times.

“Saya akan mengeluarkan kaset itu, menyerahkannya ke asisten lalu memasukkannya ke perangkat pemutar. Sekitar 30 detik kemudian, muncul gambar hitam putih ukuran 100 kali 100 piksel,” tambahnya.

Sayangnya, para petinggi Kodak tak terkesan dengan ciptaan Sasson kala itu. Kodak saat itu memang berdiri tegak sebagai perusahaan yang cukup dominan di dunia fotografi global. Produk konvensional seperti kamera, lampu flash,dan film mampu mereka produksi.

“Teknologi cetak telah hidup bersama kami selama lebih dari 100 tahun, tak ada siapapun yang mengeluh tentang cetak. Selain itu, cetak juga murah. Mengapa orang-orang kemudian menginginkan melihat gambar mereka melalui televisi?” kata petinggi Kodak saat itu.

Meski ditolak petinggi Kodak, karya Sasson di kemudian hari menjadi konsep awal apa yang disebut sebagai fotografi digital.

Sebelum Temuan Penting Sasson

Michael Shamiyeh dalam bukunya berjudul “Driving Desired Futures: Turning Design Thinking into Real Innovation(2014)” menyebut Sasson sebagai sosok yang serba ingin menciptakan sesuatu.

Sasson kecil yang tinggal di Bay Ridge, Brooklyn, New York, AS, sering melakukan percobaan ilmiah.

Bermain-main dengan bubuk mesiu ataupun menjadi operator radio amatir jadi pengalaman berharganya. Salah satu titik yang membuat ia tertarik dengan dunia mekanik adalah saat antena radio miliknya menginterferensi sinyal TV milik tetangganya.

 

Source : NY Times / Kodak / Tirto

 

Komentari dengan Facebook
Lanjutkan
Kamu mungkin tertarik...
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang lain di HISTORI

Trending

Dukung Kami!

Yang BARU!

To Top