Connect with us

7 Produk Ini Dulu Dipuja, Sekarang Ditinggalkan

Living

7 Produk Ini Dulu Dipuja, Sekarang Ditinggalkan

Ilustrasi

7 Produk Ini Dulu Dipuja, Sekarang Ditinggalkan

SINGAPURA adalah negara di mana barang-barang hype bermula. Tren barang di sana datang begitu cepat. Ibaratnya, tren baru yang masuk ke Singapura lebih cepat dibanding wahana roller coaster yang ada di Amerika Serikat.

Semakin cepat barang-barang itu hype, semakin cepat juga barang-barang tersebut ditinggalkan. Sama seperti tujuh barang yang sempat populer namun sekarang sudah ditinggalkan berikut ini seperti dilansir dari Goodyfeed.

 

1. LV tote bag

Tas ini dulu sempat ngetren di kalangan anak muda. Bahkan setiap cewek mendambakannya bahkan sempat memilikinya. Tas merek Louis Vuitton itu banyak digunakan oleh wanita dari segala umur, dari usia 16 hingga 50 tahun.

Entah sejak kapan tas ini mulai hype, namun saat ini tren terhadap tas tersebut sudah hilang dan beralih ke tas dengan model mini bag.

Hilangnya tren terhadap tas itu diduga karena tas tersebut sudah enggak ada nilanya lagi. Hayo ngaku, siapa yang masih punya tas ini?

 

2. Crumpler bag

Selain LV tote bag, tas ini juga pernah sempat ngetren dan banyak dimiliki oleh banyak orang. Yups, tas ini sangat serbaguna bahkan bisa dipakai disegala kesempatan seperti sekolah, pekerjaan, kencan, hingga gym.

Bahkan, jika kamu engga membawa apa-apa, tas ini tetap keren untuk dibawa kemana-mana, lho.

 

3. Zinc sling bag

Tas ini pernah menjadi tas selempang yang paling trendi di masanya. Tas ini juga unisex dan bisa dipakai sama cowok maupun cewek.

Pada masanya, tas ini pernah dimiliki oleh setiap remaja. Bahkan ada istilah “belum gaul kalau belum punya tas ini”.

Namun, kepopuleran tas ini juga enggak begitu lama. Sekarang tas ini bagaikan memori yang cuman bisa dikenang.

 

4. DSLR

Beberapa waktu yang lalu, kamera ini sempat hits di kalangan anak muda. Kayaknya setiap orang mendadak jadi fotografer professional.

Mereka yang berduit pasti akan membeli kamera yang satu ini dan menentengnya ke tempat-tempat seperti cafe dan tempat-tempat instagramable lainnya.

Namun, eksistensi kamera yang satu ini sekarang sudah lenyap tergantikan oleh kamera jenis mirrorless yang lebih enteng dan bisa dibawa kemana-mana.

 

5. Crocs

Siapa yang enggak punya barang yang satu ini?

Yups, crocs dulu sempat hype banget, bahkan beberapa orang memiliki beberapa pasang warna yang berbeda.

Saking ngetrennya, merek sandal yang terbuat dari karet ini bahkan banyak yang jual KW-nya, dan tetap laku di pasaran. Tapi sekarang, kepopuleran Crocs nampaknya sudah berakhir. Orang-orang lebih menggemari sneaker karena bisa dipakai ke berbagai situasi.

 

6. Garrett popcorn

Siapa di antara kamu yang hobi makan berondong jagung yang satu ini? Yap, dulu merek berondong jagung Garrett sempat ngetren banget di kalangan anak muda. Bahkan, makanan yang satu ini tiba-tiba jadi makanan yang digemari hampir semua orang yang ada di penjuru kota.

Ketika ada orang yang belum pernah mencicipi makanan ini, siap-siap akan kena ejekan seperti “kudet lo”. Tapi sekarang, tren itu hilang dengan begitu cepat. Bahkan harga jualnya pun menjadi mahal.

 

7. Royce chocolate

Royce chocolate pernah hits banget saat store pertamanya di buka di Singapura. Antreran panjang menjalar menandakan bahwa orang-orang ingin mendapatkan makanan yang satu ini.

Banyak dari mereka membeli Rocye chocolate sebagai hadiah untuk teman dan keluarga, atau bahkan membelinya sendiri untuk pamer di Instagram.

Meski sampai saat ini Royce chocolate masih dijual, tapi enggak sepopuler sebelumnya. Cukup tragis ya.

Nah, itulah tujuh barang yang pernah populer tapi tak lama kemudian ditinggalkan. Dari ketujuh barang itu, barang mana yang kamu pernah miliki?

 

Source : Goodyfeed

 

Facebook Comments
Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Living

Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan 1439 Hijriah

Advertisement

YANG BARU!

Advertisement

Dukung Kami!

To Top